Tag Archive: jalan-jalan


Selasa pagi yang cerah di bulan Oktober, hari ini saya akan jalan-jalan eh sori menjalankan tugas maksudnya untuk menghadiri pertemuan dengan Kementrian Lingkungan Hidup bersama delegasi perusahaan perkebunan dan HTI dari seluruh Indonesia di Belitung. Yoi Joliii di belitung broh…

I’m in Belitong

Bandar Udara Internasional H.AS. Hanandjoeddin

Saya depart dari Pekanbaru karena saat itu sedang ada tugas jalan-jalan juga eh sori lagi, sedang menjalankan tugas ke Pekanbaru. Jadwal pertemuan sebenarnya tanggal 10 Oktober, namun karena tidak ada direct flight dari PKU ke TJQ (Tanjung Pandan) maka saya putuskan ambil yang transit namun sampai di hari itu juga. Beruntungnya lagi, tanggal 9 kagak ada jadwal kek gitu….adanya di tanggal 8…wahahaha rejeki nomplok, jadi kalo gue berangkat tanggal 8 gue bakalan punya spare waktu kosong di tanggal 9.  Satu hari yang puaanjaang untuk berkelana meng-explore negeri laskar pelangi.

Oke, jadi rute flight saya hari ini adalah PKU-CGK-TJQ, arrive sekitar jam 18.00 dari Cengkareng ke Tanjung Pandan dan langsung ambil taksi ke kota (tarif 90rb Airport ke hotel). Saya stay 4 malam di BW Inn hotel, lumayan murah (500rb/malam).

Hotel ini letaknya persis di tengah kota, jadi mau kemana-mana gampang, nyari makan dekat, ke pantai dekat, pokoknya enaklah. Malam ini saya sudah booking sewa sepeda motor sama resepsionis hotelnya, tarif 100rb/hari, lepas kunci, isi bensin sendiri. Dapat motornya Honda Spacy helm in yang borosnya naudzubillah min dzalik… But, it’s okay lah, namanya  juga rental paket hemat. Keesokan paginya saya bersama rekan kerja kantor (Mbak Anisa) berangkat touring keliling Belitung (dia dapat rental Honda Vario yang lumayan baru dan iriiit bensin). Target pertama adalah menuju ke SD Laskar Pelangi, Desa Gantong/Gantung. Jarak dari kota ke gantung sekitar 1,5 jam naik motor.  Oia, HTM untuk masuk SD sekitar 15rb.

Kalo kalian belum pernah baca buku Laskar Pelangi nya Andrea Hirata or nonton film bajakan Laskar Pelangi, ya…kayaknya kurang bisa merasakan sisa-sisa kejayaan belitong di masa lalu. Setelah itu kami ke museum kata-nya Andrea Hirata. Sebuah rumah tua yang isinya kata-kata motivasi, poster, buku-buku lawas, koran majalah bekas, interior vintage, ada juga kedai kopi di belakang rumah. Harga Tiket Masuk 50rb, dapat buku saku laskar pelangi. Mahal? Tidak menurut saya, karena interior nya vintage dan instagramable, selain itu juga kan membantu masyarakat local dengan pemasukan dari wisatawan.

Aura vintage nya terasa banget, ga hanya di museum itu tapi di seluruh pulau. Hal itu bisa dirasakan saat kalian menuju ke Gantong ataupun Manggar.  Jalanan yang sepi dengan kondisi aspal yang bagus, kiri kanan masih banyak areal ladang. Sesekali terlihat rumah-rumah penduduk dengan arsitektur rumah lama, ada yang dari jaman belanda bo… dengan halaman yang masih luas, saya jadi teringat rumah-rumah di desa, rumah kakek, tempat saya menikmati masa kecil dulu. Baper gue….

Eniway, explore Belitung hari itu selesai dan to be continued dengan peserta yang lebih pecah ambyar lagi…

Ok, setelah acara resmi selesai, gue komporin kawan-kawan untuk patungan rental mobil lepas kunci 1 hari untuk keliling Belitung. Dapat peserta 6 orang + 1 additional follower yang agak kesiangan ikut gabung. Kami rental Avanza dengan tarif 250rb/hari BBM tanggung sendiri. Dan…berangkatlah rombongan Soiler (karena kebetulan mayoritas peserta adalah anak-anak tanah IPB adik-adik kelas gue) ke Gantong dan Manggar. Baliknya kami mampir ke Danau Kaolin yang warna danaunya biru karena bekas tambang kaolin (HTM Free/Gretong). Trus makan siang di Mie Atep…ini emie enak bingits deh…beneran lo-lo musti coba kalo ke Belitung. Very recommended broh….murah pulak harganya seporsi cuma 10-15rb klo ga salah, gw masih pengen nambah…tapi malu (gubraak).

Selain mie Atep, ada juga Kopi Kong Djie, belum ke Belitung namanya klo belum nyobain kopi Kong Djie, ada juga Kopi Ake (lokasinya di dekat Satam Square), itu dua-duanya Juarrraaaa rasa kopinya. Cobain deh broh…harga murah kok 10-15 rb an.

Bicara Belitung itu tentang laut yang biru dan pasir pantai yang putih. Sama seperti Pulau Bangka, Pulau Belitung juga memiliki banyak pantai yang cantik dengan pasir putihnya. Saya bersama kawan kawan bergerak ke pantai setelah makan siang di mie Atep.

Destinasi kali ini adalah pantai Tanjung Tinggi, dari kota Tanjung Pandan sekitar 30-45 menit ke arah utara. Ini pantai yang dibuat untuk syuting Laskar Pelangi, ada batu-batu besarnya gitu, tapi pantainya bersih, airnya biru, pasirnya putih…cakep deh..

Destinasi terakhir kami adalah pulau lengkuas, pulau ini bias dijangkau dengan naik boat (sewa boat) seharga 450rb, dengan waktu tempuh sekitar 30 menitan (gw lupa). Kami berangkat dari Tanjung Kelayang (lokasinya dekat Tanjung Tinggi), pantai tanjung kelayang juga ga kalah cantik, airnya biru, pasirnya putih. Banyak turis datang ke sini untuk snorkeling atau diving. Karena waktu yang terbatas, maka kami putuskan utk ke Lengkuas Island saja.

 

 

Setelah balik dari Pulau Lengkuas, kami kembali ke Tanjung Pandan, makan malam dan beli oleh-oleh, oia…kami nongkrong lagi ke Kedai Kopi Ake. Menghabiskan malam terakhir di Belitung sebelum balik ke tempat kerja masing-masing..(fyuh,,,besok kerja).

Oke deh….menjelajahi Belitung dalam 2 hari saja sudah banyak yang bisa kami explore, mulai dari tempat wisata maupun kulinernya.

See u in my next story…

 

BW

 

Setelah bepergian ke Maroko dari Utara ke Selatan selama 9 hari, saya ingin berbagi beberapa kesan dan pesan saya untuk orang-orang yang merencanakan perjalanan ke Maroko.

Pertama-tama, Maroko jelas merupakan tempat yang lumayan indah untuk dilihat. Pegunungan Atlas hijau yang indah, pantai-pantai luas yang cocok untuk berselancar, lingkungan yang eksotis.

Saya beritahu 1 hal bahwa Maroko bukanlah tempat yang luar biasa yang kalian impikan ketika kalian melihat foto, blog, dan situs rekomendasi perjalanan. Di sebagian besar lokasi ini, kalian akan melihat foto-foto indah yang mempromosikan Maroko sebagai salah satu tujuan wisata top. Saya pikir Maroko dan sebagian besar orang yang tinggal di sini terlalu dilebih-lebihkan (overrated).

Saya cukup senang bepergian ke berbagai penjuru Maroko karena saya sudah pernah pergi ke lebih dari 10 negara. Jadi saya sudah mengalami banyak budaya, lingkungan, dan orang yang berbeda. Setelah mengalami semua kenangan baik dan buruk ini, sekaranglah saat yang tepat bagi saya untuk mengunjungi Maroko. Tetapi jika kalian belum melihat banyak kota di negara-negara seperti Turki, Spanyol dan Italia, JANGAN pernah mempertimbangkan untuk mengunjungi Maroko. Itu akan mengecewakan.

Saya memberi tahu kalian, ada banyak tempat yang lebih baik di dunia yang HARUS kalian lihat dan Maroko bukan salah satunya.

Jangan biarkan media sosial menyesatkan kalian dengan gambar-gambar hebat. Jangan lupa, orang menghabiskan waktu berjam-jam untuk menemukan dan mengambil gambar terbaik untuk dibagikan kepada pengikut mereka (followers) dan ketika mereka mendapat banyak komentar positif penuh kecemburuan, mereka tidak bisa mengatakan yang sebenarnya.

1. Orang-orang di Maroko
Mereka terlihat sangat mudah membantu tetapi ini adalah ilusi total. Mereka semua pada akhirnya akan meminta uang. Bahkan jika kalian menanyakan lokasi hotel, restoran, atau toko sederhana, mereka akan memandu kalian hingga ke lokasi dan meminta uang. Untung ada Google Map, itu mengesankan bahkan di tengah souqs (pasar) dengan jalan-jalan yang sangat sempit, saya tidak perlu bertanya lokasi apa pun kepada siapa pun.

Bahkan…satpam airport juga meminta tip. Kalian bakal merasa benar-benar tidak nyaman ketika penjaga keamanan di bandara meminta tip juga. Itu artinya, jika kalian membayar dengan baik, kalian bisa lolos dengan apa pun. Kasus ini serupa dengan di Mesir. Ketika kami memiliki kantor cabang di sana, saya sering bepergian ke sana dan saya selalu siapkan tip untuk melewati bahkan tanpa memasukkan barang bawaan saya ke mesin x-ray.

Tawar-menawar untuk membeli apa pun membuat kalian lelah dan frustrasi. Itu memang dalam budaya kita di Indonesia, maupun di Timur Tengah dan Afrika Utara. Kita senang melakukan tawar-menawar sebelum membeli barang atau jasa, tetapi terutama di Maroko itu tidak jauh berbeda banyak. Kalian membuang waktu kalian yang berharga hanya untuk tawar-menawar dengan pemilik toko kecil dan berapa pun diskon yang kalian dapatkan, itu tidak masalah. Namun, kalian merasa seolah-olah sudah membayar banyak. Biasanya, kalian dapat melakukan tawar menawar harga hingga 10-25% sesuai dengan jumlah total yang akan kalian bayar dan produk. Tetapi di Pasar (souqs) Maroko, harga mulai dari 350 dan mungkin berakhir 50 – yang mungkin sebenarnya masih mahal.

2. Berselancar
Tangier benar-benar mengejutkan. Waktu itu awal Mei. Cuaca cukup bagus dan angin cukup kencang dan terlihat sempurna untuk naik selancar layang (kite surf). Saya sangat senang karena Kite surf adalah satu-satunya alasan untuk mengunjungi Tangier. Kalian dapat membuat pencarian Google dan kalian akan melihat banyak gambar dan cerita indah tentang selancar layang di Tangier. Hasilnya, tidak ada satu pun sekolah untuk kite surf atau selancar. Jelas, orang menikmati berselancar dengan peralatan mereka selama musim panas atau tempat-tempat penyewaan peralatan.  Tidak ada tempat kursus yang berpengalaman dan terorganisir dengan baik. Kalian bisa membawa peralatan sendiri dan menikmati olahraga ekstrim sendiri yang tentunya meningkatkan risiko tiga kali lipat.

Jika kalian belum mencoba lokasi di Turki untuk naik balon udara atau paralayang, Maroko akan terlihat konyol untuk dinikmati. Alaçatı adalah salah satu tujuan utama untuk kite board dan wind surfing. Angin kencang dari Mei hingga akhir Oktober dan banyak sekolah dengan guru yang sangat berpengalaman. Jika kalian mencari tujuan wisata non-wisata tapi top lokal, saya sarankan Ayvalik. Itu tempat terbaik untuk naik layang-layang dalam hal angin, air, dan pemandangan disertai dengan 2 sekolah berkualitas baik. Akyaka adalah salah satu dari 5 tujuan layang-layang teratas secara global dan semua ini ada di Turki dan situs Maroko tidak sebanding dengan ini. Saya bahkan tidak menghitung Zanzibar / Tanzania yang merupakan lokasi # 1 untuk paralayang.

Saya pernah ke Afrika Selatan untuk berselancar dan itu benar-benar pengalaman yang luar biasa. Sepertinya berselancar adalah bagian dari kehidupan di Maroko yang sangat mengesankan. Orang-orang mulai berselancar sejak kecil tetapi ombaknya cukup kecil. Jika kamu seorang peselancar dan mencari tujuan teratas, Maroko jelas bukan salah satunya. Jika kalian mencari liburan musim panas di mana kalian juga bisa belajar selancar, maka Maroko mungkin merupakan pilihan yang baik. Wilayah Taghazout di Agadir dan Essaoira adalah lokasi populer untuk liburan selancar / musim panas.

Seperti yang dapat kalian bayangkan, saya sudah mencoba Taghazout dan berselancar selama 2 hari. Saya benar-benar menikmati berselancar di lautan tetapi apakah saya akan datang lagi untuk berselancar? Tidak, ada banyak tempat yang mengesankan di dunia.

3. Kehidupan malam
Nyaris tidak ada kehidupan malam di Maroko. Sebagian besar restoran tidak menyajikan alkohol. Bahkan yang melayani, mereka tutup lebih awal atau tidak ramai. Jika kalian mencari berbagai jenis tempat untuk dinikmati dan melihat kehidupan malam sebagai bagian dari budaya, Maroko bukanlah jenis tempat itu. Jika kalian mencari kehidupan malam nyata dengan orang-orang lokal yang benar-benar tahu cara menikmatinya, saya pasti akan menyarankan kalian untuk pergi ke İstanbul atau Thailand. Ada tujuan teratas dekat dengan Eropa, jauh lebih baik London atau Amsterdam. Atau Anda dapat mencoba NewYork, San Francisco, Seoul atau Tokyo.

Tentu, ada beberapa restoran yang bagus di dekat laut atau di Marrakech tetapi itu tidak memberi saya rasa kehidupan malam lokal. Mereka hanya terlihat seperti restoran mewah terbaik untuk orang kaya atau turis kaya di Maroko.

4. Makanan
Anehnya, makanannya tidak begitu enak. Saya benar-benar mengharapkan selera yang unik dan baik tetapi setelah menguji beberapa restoran dan masakan, rasa secara umum hanya rata-rata. Sekali lagi, jika kalian berencana untuk bepergian ke Maroko dan kalian belum pernah mencoba lokasi terdekat seperti Spanyol, Italia, dan Turki, JANGAN buang-buang uang di restoran Maroko. Lebih baik jika mencoba makan di trattoria Italia lokal, restoran ikan Turki dengan minuman tradisional “Rakı” atau paella dan makanan laut di Spanyol.

Saya yakin, banyak orang akan menyarankan beberapa restoran bagus di Maroko tapi itu pengamatan saya pada akhir 9 hari. Menurut pendapat saya, seorang turis biasa harus mencicipi makanan enak setidaknya lebih dari 50% dari waktunya.

Ngomong-ngomong, saya sudah mencoba Paella di salah satu restoran top di Tengier, restoran nomor 1 di Afrika “Gastro MK” menurut Trip Advisor dan restoran ikan # 1 di Agadir. Mereka semua sedang-sedang saja, tidak “amazing” atau “mind blowing”.

 

 

 

5. Tempat bersejarah
Saya sangat suka mengunjungi tempat-tempat bersejarah dan museum. Itu adalah bagian dari mentalitas perjalanan budaya saya. Yang pasti, ada beberapa tempat untuk dilihat seperti Makam Saadian. Internet menunjukkan seolah-olah 1 hari tidak akan cukup untuk mengunjungi mereka semua tanpa alokasi waktu yang tepat.

Silakan kunjungi Florence atau Roma, Anda akan mengerti apa arti perjalanan budaya. Anda tidak dapat menyelesaikan semua situs dan museum udara terbuka dalam 2 minggu. Saya bahkan tidak berbicara tentang Turki. Mungkin butuh berbulan-bulan untuk melihat semuanya.

Itu adalah pengalaman terlucu bagi saya untuk mengunjungi Museum Marrakech. Itu adalah bangunan tua yang sangat bagus yang penuh dengan keramik, tetapi hanya itu. Ada lukisan di dinding dan dijual. Anda dapat membeli lukisan di dinding museum (what !?!?!?). Itu berarti Anda membayar biaya masuk untuk masuk ke galeri seni. Apa bedanya dengan Istana Maimun di Medan…?! Mirip.  Itulah salah satu dari sedikit museum yang dapat Anda kunjungi.

Mereka mengatakan istana yang paling mengesankan berada di Marrakech “Palais de la Bahiaa” dan “Istana El Badii”. Jika Anda belum mengunjungi istana Dolmabahçe dan Topkapi di Turki, maka Anda dapat melihatnya sebagai istana. Hehehe…

Ada situs terbuka bersejarah yang bagus di semua kota. Pasti, mereka layak untuk dilihat tetapi sekali lagi jika Anda tidak melihat Kapadokia dan Efes di Turki, piramida Aztec di Meksiko atau piramida dan Sharm el Sheyk di Mesir, Anda masih punya waktu untuk datang ke Maroko.

 

 

6.  Pemandangan Kota
Tur kota adalah bagian paling menyenangkan dalam perjalanan saya. Kalian bisa berjalan sepanjang hari, tersesat di tengah jalan yang sempit, dan setiap kali kalian menemukan taman, kalian menikmati latte dan pergi lagi, yah..seperti itu. Sayangnya, sebagian besar penduduk Maroko tidak begitu.

Casablanca terlihat bagaikan sebuah bencana, tidak aman dan kotor.  Itu salah satu tempat terburuk yang pernah saya lihat. Manila dan Casablanca harus menjadi 2 kota teratas yang memiliki nama terkenal tetapi pengalaman yang tidak menyenangkan. Hanya ada satu masjid yang mengesankan di Casablanca, itu saja.

Tengier dan Agidir hanyalah kota biasa. Tidak buruk tetapi tidak ada hal khusus untuk dilihat dan dinikmati.

 

 

 

7. Alam
Maroko populer dengan laut, alam hijau, dan gurunnya. Dalam bendera aslinya, 3 warna mewakili 3 elemen utama Maroko ini.

Semuanya menyenangkan untuk dilihat dan dirasakan tetapi bukan yang terbaik. Mereka tidak mengesankan dan saya percaya itu masalah umum di Maroko. Tidak ada yang mengesankan dan tidak ada yang terbaik dan unik di Maroko.

Jika Anda ingin mencicipi Mediterania, Turki selatan memiliki pantai terbaik. Italia dan Spanyol juga sangat baik tetapi saya tidak menyarankan bagian Afrika Utara.

Jika Anda mencari alam hijau, Anda harus mencoba Eropa utara. Tetapi jika Anda ingin laut dan alam bersama, pasti bagian selatan dan barat Turki adalah lokasi terbaik. Maroko bahkan tidak sebanding dengan Turki.

Jika Anda benar-benar ingin menikmati safari gurun, saya juga menyarankan Dubai untuk tamasya yang bersih dan aman dengan berbagai opsi.

8. Chefchaouen
Dengan nama populernya, Blue city. Itu terlihat indah dan tempat untuk melihat tetapi apakah worth it lebih dari 5 jam berkendara dari Casablanca? Kota ini memberi Anda pemotretan Instagram yang sempurna tetapi percayalah bahwa mengecat semua rumah dengan warna biru tidak membuat kota ini indah. Kota menjadi tempat untuk dinikmati dengan restoran, kafe, dan orang-orang di sekitarnya. Bukan hanya lukisannya atau warna cat rumahnya.

Turki memiliki pemandangan serupa dari luar tetapi ketika kalian mulai berjalan di jalanan, kalian akan mulai terkesan. Turki mungkin memberi kalian perasaan yang jauh lebih baik dengan lautan yang indah.

 

 

 

9. Marrakech
Kota tua ini adalah tempat kalian menginap, berjalan-jalan, dan menikmati. Ada banyak souq (pasar) dan kalian dapat menghabiskan waktu berhari-hari di dalam souq ini jika kalian menyukai lingkungan dan belanja.

Bagi saya, ini adalah pengalaman yang menyenangkan berada di Marrakesh. namun itu tidak unik karena souqs di sini mirip dengan yang di Istanbul, Kairo, Jeddah dan Riyadh. Tetapi mereka terlalu panjang, penuh sesak dan penuh warna. Kalian juga bisa memperoleh pengalaman terbaik di Marrakech. Lost in Marrakesh…hehehe.

Sayangnya, variasi produk cinderamata dll terbatas, 99% di antaranya berkualitas sangat rendah dan sangat mahal. Sistem di sini berfokus tentang bagaimana cara mendapatkan lebih banyak uang dari turis dengan produk termurah. Jika kalian benar-benar membeli sesuatu dan berbagi dengan teman-teman kalian sebagai hadiah atau digunakan di rumah, souq berwarna-warni ini bukan tempat yang tepat untuk berbelanja.

Kalian mungkin akan melihat restoran berkualitas tinggi dan mewah di Riyadh, tetapi kalian tidak akan menikmati jalan-jalan sempit saat berjalan ke sana.

Kalian mungkin menyukai taman; ini adalah bagian kota yang populer. Garden La Majorelle adalah salah satu tujuan utama dan pastinya kalian harus melihat tempat ini namun jangan abaikan tentang bagaimana kalian akan pergi ke sana. Saya lebih suka berjalan daripada mengambil risiko taksi (biasanya, biayanya 20-30 dirham tetapi tidak ada pengemudi yang membuka taksimeter). Waktu itu cuaca terlalu panas ketika kami meninggalkan taman dan memutuskan untuk mendapatkan taksi. Tawar-menawar dimulai dari 150 dirham. Saya benar-benar tidak menikmati di kota di mana kita tidak bisa mendapatkan taksi dengan mudah dan murah.

 

 

 

 

Catatan penting untuk orang-orang Indonesia juga. Terkadang, kita senang melihat negara-negara baru alih-alih mengunjungi tempat-tempat populer di negeri kita sendiri. Saya sangat menyarankan, jangan pergi ke mana pun sebelum mengunjungi tempat-tempat indah di Indonesia. Anda tidak akan menemukan tempat yang lebih baik daripada Sabang, Bukittinggi, Belitung, Bali, Bunaken, Raja Ampat dan masih banyak lagi .

 

“Life is an adventure…” salah satu quote (ntah siapa?!?) yang menjadi latar belakang perjalanan pertama dari keluarga gwe. So..karena pertama kali maka liburan keluarga harus dimulai dari nol dan bener-bener dari nol kilometer. Yaa…nol kilometer Indonesia, dan sesuai dengan lagu kebangsaan “Dari Sabang sampai Merauke” (Bukan yang ini lho..“dari sabang sampai merauke, dari Timor sampai ka Talaut, Indonesia tanah airku, Indo*** seleraku”…wkwkwkwk) maka destination pertama kami putuskan untuk menjelajahi  Sabang yang berada di Pulau Weh. Namun bukan berarti ntar liburan terakhir kami kudu ke Merauke yaa…wuih jauhh amiit itu… Yang jelas gwe punya impian keliling Indonesia (traveling) with my family. Amiin.

Ok. Perjalanan ke Sabang dimulai dari Kota Medan. Kami berangkat menggunakan bus malam, saat itu kami menggunakan bus malam Sempati Star. Keyeen loh bus malamnya…Bus ini memakai mesin bikinan Scania, perusahaan otomotif asal Swedia yang terkenal akan ketangguhannya.  Gwe rasa ini bus paling mewah yang pernah kami tumpangi di Indonesia.

scania-sempati-star-1

Bus Scania atau sering dibilang Jetbus..dalemannya mewah, kursi pesawat juga lewat..recommended lah..

 

 

Tiket Medan-Aceh kami beli dengan harga Rp.200.000,- /org. Bus berangkat sekitar jam 20.00 WIB.  Perjalanan Medan-Banda Aceh ditempuh dalam waktu 10-12 jam. Kami sampai di Aceh pukul 07.00 di Terminal Batoh. Klo mau coba neh gwe kasi contact nya..

Loket Bus Sempati Star Banda Aceh
Terminal Batoh: (0651) 635 078, 0852 6072 1356

Loket Bus Sempati Star Medan
Jl. Gadjah Mada no. 50: (061) 451 6523, 0813 9702 7771

Sesampainya kami di Banda Aceh, kami langsung menuju ke Pelabuhan Ulee Lheue (baca Ulele). Kapal Feri berangkat pukul 08.00 WIB,, waktu itu harga tiket sekitar 50rb/org.

pelabuhan-ulele

dsc01289

Eh..ini pada blom mandi lho..soalnya gitu nyampe Banda Aceh langsung tancap ke Pelabuhan biar ga ketinggalan kapal.

untuk lebih jelasnya neh gwe kasih lagi dah…

Berikut ini jadwal dan harga tiket untuk kapal cepat dan kapal lambat :

Hari Rute : Ulee Lhee (Banda Aceh) – Balohan (Sabang) Rute :  Balohan (Sabang) – Ulee Lhee (Banda Aceh)
Kapal Cepat Kapal Lambat Kapal Cepat Kapal Lambat
Senin s/d Kamis 09:30 & 16:00 08:00 & 14:00 08:00 & 14:30 08:00 & 14:00
Jumat 09:30 & 16:00 07:30 ; 10:00 & 16:00 08:00 & 14:30 07:30 ; 10:00 & 15:00
Sabtu & Minggu 09:30 & 16:00 08:00 ; 11:00 & 16:00 08:00 & 14:30 08:00 ; 11:00 & 15:00

 

Jenis Tiket

Kapal Lambat

Kapal Cepat

Ekonomi Dewasa

            30.000

Ekonomi Anak-anak

            20.000

Bisnis Dewasa

            50.000

Bisnis Anak-anak

            40.000

Eksekutif Dewasa

            60.000

            80.000

Eksekutif Anak-anak

            50.000

VIP

            105.000

Sepeda

            12.000

Sepeda Motor > 500 cc

            33.000

Sepeda Motor < 500 cc & Roda Tiga

            106.000

Mobil (sedan, jeep, pickup, minibus dan sejenisnya dengan panjang max. 5 meter)

           210.000

 

Contact number untuk

Kapal Bahari Banda Aceh : 0852 7054 6464 (Kirman), 0853 6929 2538 (Aida)

Kapal Bahari Sabang : 0852 6080 8470 (Abdullah), 0823 6490 4403 (Muchtar)

Akhirnya, sampai juga di Pelabuhan Balohan,  Sabang…i’m coming… Sesampainya di Balohan kami rent a car untuk check in ke salah satu penginapan (tentunya sudah booking dulu). Tadinya kami mau menginap ke Sumurtiga (tempatnya Freddy’s – http://santai-sabang.com/) tapi ternyata udah full book. Jadinya kami ke Ujung Kareung (dikelola juga ama opa Freddy), nih gambarnya :

dsc01293

dsc01296

Penginapan ini terletak di tepi laut, hanya saja pantainya bukan pantai pasir putih..but view nya cantik juga kok..

Untuk contact nya bisa hub Mas Agus 0813 7590 8756. Rate kamar sekitar 250rb/malam.

sumurtiga_map1

Setelah check in dan mandi-mandi, kami langsung cabut ke Titik 0 km Indonesia. Itu destinasi yang wajib banget dikunjungi…Titik Nol KM Bro…ga semua orang bisa nyampe ke sana lho…

dsc01306

Kilometer 0 Indonesia,,wow..amazing, bisa juga kami nyampai di sini. Awal traveling keluarga ini, gwe yakin bakalan membekas dalam ingatan anak-anak gwe…xixixi (ntar klo dah besar baca blog ayah ini ya nak..)

Sebenarnya bagian terluar Indonesia bukanlah Pulau Weh, bagian terluar di ujung barat Indonesia sebenarnya adalah Pulau Rondo.

 

Tujuan berikutnya adalah Iboih, itu surganya para Divers, gwe dan keluarga hanya mampir saja karena anak-anak masih kecil dan blom pada bisa renang, jadinya kami menikmati pantai saja kagak ikutan snorkling or diving.

dsc01325

Pantai Teupin Layeu – Iboih. Di belakang kami nampak Pulau Rubiah, biasanya wisatawan pada sewa boat kemudian diving di perairan sekitar pulau Rubiah.

Setelah puas bermain di pantai Iboih kami melanjutkan ke Benteng Jepang, meskipun benteng peninggalan Jepang ini kelihatannya biasa saja etapi view itu lho…ajiib abiiiss..

dsc01366

Ini lokasinya di benteng jepang (anoi itam), tempanyanya enak buat bersantai menikmati pemandangan dengan angin sepoi-sepoi…

Setelah puas berlemas-lemas menikmati angin laut, kami melanjutkan perjalanan ke arah Balohan. Oia, kami berangkat dari penginapan menuju benteng jepang menggunakan sepeda motor (kreta). Sewa sepeda motor di Sabang berkisar 80-100rb rupiah per hari.

dsc01350

Ini view dari puncak bukit, Balohan ada di bawahnya.

Puas mengelilingi Pulau Weh, malamnya kami menikmati suasana Kota Sabang. Kota ini terkenal dengan ke-santai-annya. Sesuai dengan namanya SABANG – SAntai BANGet. Beneraan loh…di kota ini kagak ada lampu merah, kagak ada polisi lalu lintas…sumpeeh deh. Jalannya juga masih sepiii…

dsc01400

Lalu lintas kota Sabang masih sepi, dan jangan heran ya kalo nanti jumpa mobil-mobil plat luar negeri dengan jenis mobil yang ga biasanya…

Santaii bangeet, ada sedikit pengalaman lucu.. Jadi ceritanya kami sekeluarga mau nyari cinderamata, setelah googling di yahoo (Googling di yahoo?!?!?!) kami menuju salah satu toko penjual cinderamata yaitu PIYOH

dsc01394

Jadi pas nyampe sana ternyata tokonya tutup, tapi gwe baca di internet klo mau belanja telp aja ntar yang punya toko bakalan datang. Akhirnya kami telp dan tak berapa lama datanglah pemilik toko, tanpa basa basi dia langsung mempersilahkan kami masuk (sambil buka pintu toko yang TIDAK TERKUNCI)..iya men, pintu tokonya kagak dikunci, dibuka gitu aja..”Ayo masuk…”. Kami cuma melongo…gilee aman banget ini kota…

Sebelum pulang kami sempatkan untuk menikmati sunrise dari tepi pantai…hmm cuakeepp..

dsc01439

Pagi yang cerah….

So…SABANG, Recommended banget gaes…

dsc01415

Sabang…MANTAABBSS…(kata anak gwe)

OK. See U next time… happy traveling

%d bloggers like this: