Archive for January, 2011


Asap Tebal

HuMoR-l : ASAP TEBAL
——————————————

Karena gencarnya berita di semua media massa dunia mengenai kebakaran hutan

di  Indonesia  dan dampaknya terhadap lingkungan, maka PBB mengutus seorang

pejabatnya untuk meninjau on-the-spot akibat kebakaran hutan tersebut.

Utusan  PBB  itu  kemudian  mengunjungi  negara-negara  Asia  Tenggara.  Di

Malaysia,  ia  mendengar  keluhan  banyak  penduduk  yang sakit karena ASAP

TEBAL.

Di  Singapura,  ada  keluhan bahwa frekuensi penerbangan di bandara

Changi  merosot  drastis  karena  ASAP TEBAL.

Di Brunai, sekolah dan kantor ditutup karena ASAP TEBAL.

Di Thailand, kehidupan malam praktis mati karena semua orang

memakai masker untuk menghindari ASAP TEBAL.

Sekembalinya  di  Mabes PBB, dengan dikerumuni ribuan wartawan surat-kabar,

radio,  televisi  bahkan  paparazzi,  pejabat  PBB tersebut menyatakan:

“Lu semua  jangan  omong  macam-macam,  saya sudah meninjau kesemua

negara Asia Tenggara, dan semuanya mengatakan ACCEPTABLE!!!”

Advertisements
Karena kondisi ekonomi yang makin sulit sementara suaminya masih saja jadi tukang parkir,
akhirnya Siti minta ijin kepada Bakri suaminya supaya diijinkan mencari “tambahan” di pinggir jalan pada malam hari.
Meskipun pada awalnya Bakri sangat tidak setuju tubuh sintal istrinya “ditunggangi” oleh pria-pria lain,
tapi demi kelangsungan hidup akhirnya dengan berat hati dia kasih ijin juga.
Besok paginya mereka berdua menghitung berapa penghasilan Siti tadi malam. Terkumpul semua Rp. 155.000.
“Bajingan mana pulak yang cuma bayar 5000 perak?” tanya Bakri sedikit kesal.
Siti menjawab, “Semuanya”

Karena kondisi ekonomi yang makin sulit sementara suaminya masih saja jadi tukang parkir,
akhirnya Siti minta ijin kepada Bakri suaminya supaya diijinkan mencari “tambahan” di pinggir jalan pada malam hari.
Meskipun pada awalnya Bakri sangat tidak setuju tubuh sintal istrinya “ditunggangi” oleh pria-pria lain,
tapi demi kelangsungan hidup akhirnya dengan berat hati dia kasih ijin juga.
Besok paginya mereka berdua menghitung berapa penghasilan Siti tadi malam. Terkumpul semua Rp. 155.000.
“Bajingan mana pulak yang cuma bayar 5000 perak?” tanya Bakri sedikit kesal.
Siti menjawab, “Semuanya”