Tag Archive: vacation


Selasa pagi yang cerah di bulan Oktober, hari ini saya akan jalan-jalan eh sori menjalankan tugas maksudnya untuk menghadiri pertemuan dengan Kementrian Lingkungan Hidup bersama delegasi perusahaan perkebunan dan HTI dari seluruh Indonesia di Belitung. Yoi Joliii di belitung broh…

I’m in Belitong

Bandar Udara Internasional H.AS. Hanandjoeddin

Saya depart dari Pekanbaru karena saat itu sedang ada tugas jalan-jalan juga eh sori lagi, sedang menjalankan tugas ke Pekanbaru. Jadwal pertemuan sebenarnya tanggal 10 Oktober, namun karena tidak ada direct flight dari PKU ke TJQ (Tanjung Pandan) maka saya putuskan ambil yang transit namun sampai di hari itu juga. Beruntungnya lagi, tanggal 9 kagak ada jadwal kek gitu….adanya di tanggal 8…wahahaha rejeki nomplok, jadi kalo gue berangkat tanggal 8 gue bakalan punya spare waktu kosong di tanggal 9.  Satu hari yang puaanjaang untuk berkelana meng-explore negeri laskar pelangi.

Oke, jadi rute flight saya hari ini adalah PKU-CGK-TJQ, arrive sekitar jam 18.00 dari Cengkareng ke Tanjung Pandan dan langsung ambil taksi ke kota (tarif 90rb Airport ke hotel). Saya stay 4 malam di BW Inn hotel, lumayan murah (500rb/malam).

Hotel ini letaknya persis di tengah kota, jadi mau kemana-mana gampang, nyari makan dekat, ke pantai dekat, pokoknya enaklah. Malam ini saya sudah booking sewa sepeda motor sama resepsionis hotelnya, tarif 100rb/hari, lepas kunci, isi bensin sendiri. Dapat motornya Honda Spacy helm in yang borosnya naudzubillah min dzalik… But, it’s okay lah, namanya  juga rental paket hemat. Keesokan paginya saya bersama rekan kerja kantor (Mbak Anisa) berangkat touring keliling Belitung (dia dapat rental Honda Vario yang lumayan baru dan iriiit bensin). Target pertama adalah menuju ke SD Laskar Pelangi, Desa Gantong/Gantung. Jarak dari kota ke gantung sekitar 1,5 jam naik motor.  Oia, HTM untuk masuk SD sekitar 15rb.

Kalo kalian belum pernah baca buku Laskar Pelangi nya Andrea Hirata or nonton film bajakan Laskar Pelangi, ya…kayaknya kurang bisa merasakan sisa-sisa kejayaan belitong di masa lalu. Setelah itu kami ke museum kata-nya Andrea Hirata. Sebuah rumah tua yang isinya kata-kata motivasi, poster, buku-buku lawas, koran majalah bekas, interior vintage, ada juga kedai kopi di belakang rumah. Harga Tiket Masuk 50rb, dapat buku saku laskar pelangi. Mahal? Tidak menurut saya, karena interior nya vintage dan instagramable, selain itu juga kan membantu masyarakat local dengan pemasukan dari wisatawan.

Aura vintage nya terasa banget, ga hanya di museum itu tapi di seluruh pulau. Hal itu bisa dirasakan saat kalian menuju ke Gantong ataupun Manggar.  Jalanan yang sepi dengan kondisi aspal yang bagus, kiri kanan masih banyak areal ladang. Sesekali terlihat rumah-rumah penduduk dengan arsitektur rumah lama, ada yang dari jaman belanda bo… dengan halaman yang masih luas, saya jadi teringat rumah-rumah di desa, rumah kakek, tempat saya menikmati masa kecil dulu. Baper gue….

Eniway, explore Belitung hari itu selesai dan to be continued dengan peserta yang lebih pecah ambyar lagi…

Ok, setelah acara resmi selesai, gue komporin kawan-kawan untuk patungan rental mobil lepas kunci 1 hari untuk keliling Belitung. Dapat peserta 6 orang + 1 additional follower yang agak kesiangan ikut gabung. Kami rental Avanza dengan tarif 250rb/hari BBM tanggung sendiri. Dan…berangkatlah rombongan Soiler (karena kebetulan mayoritas peserta adalah anak-anak tanah IPB adik-adik kelas gue) ke Gantong dan Manggar. Baliknya kami mampir ke Danau Kaolin yang warna danaunya biru karena bekas tambang kaolin (HTM Free/Gretong). Trus makan siang di Mie Atep…ini emie enak bingits deh…beneran lo-lo musti coba kalo ke Belitung. Very recommended broh….murah pulak harganya seporsi cuma 10-15rb klo ga salah, gw masih pengen nambah…tapi malu (gubraak).

Selain mie Atep, ada juga Kopi Kong Djie, belum ke Belitung namanya klo belum nyobain kopi Kong Djie, ada juga Kopi Ake (lokasinya di dekat Satam Square), itu dua-duanya Juarrraaaa rasa kopinya. Cobain deh broh…harga murah kok 10-15 rb an.

Bicara Belitung itu tentang laut yang biru dan pasir pantai yang putih. Sama seperti Pulau Bangka, Pulau Belitung juga memiliki banyak pantai yang cantik dengan pasir putihnya. Saya bersama kawan kawan bergerak ke pantai setelah makan siang di mie Atep.

Destinasi kali ini adalah pantai Tanjung Tinggi, dari kota Tanjung Pandan sekitar 30-45 menit ke arah utara. Ini pantai yang dibuat untuk syuting Laskar Pelangi, ada batu-batu besarnya gitu, tapi pantainya bersih, airnya biru, pasirnya putih…cakep deh..

Destinasi terakhir kami adalah pulau lengkuas, pulau ini bias dijangkau dengan naik boat (sewa boat) seharga 450rb, dengan waktu tempuh sekitar 30 menitan (gw lupa). Kami berangkat dari Tanjung Kelayang (lokasinya dekat Tanjung Tinggi), pantai tanjung kelayang juga ga kalah cantik, airnya biru, pasirnya putih. Banyak turis datang ke sini untuk snorkeling atau diving. Karena waktu yang terbatas, maka kami putuskan utk ke Lengkuas Island saja.

 

 

Setelah balik dari Pulau Lengkuas, kami kembali ke Tanjung Pandan, makan malam dan beli oleh-oleh, oia…kami nongkrong lagi ke Kedai Kopi Ake. Menghabiskan malam terakhir di Belitung sebelum balik ke tempat kerja masing-masing..(fyuh,,,besok kerja).

Oke deh….menjelajahi Belitung dalam 2 hari saja sudah banyak yang bisa kami explore, mulai dari tempat wisata maupun kulinernya.

See u in my next story…

 

BW

 

Setelah bepergian ke Maroko dari Utara ke Selatan selama 9 hari, saya ingin berbagi beberapa kesan dan pesan saya untuk orang-orang yang merencanakan perjalanan ke Maroko.

Pertama-tama, Maroko jelas merupakan tempat yang lumayan indah untuk dilihat. Pegunungan Atlas hijau yang indah, pantai-pantai luas yang cocok untuk berselancar, lingkungan yang eksotis.

Saya beritahu 1 hal bahwa Maroko bukanlah tempat yang luar biasa yang kalian impikan ketika kalian melihat foto, blog, dan situs rekomendasi perjalanan. Di sebagian besar lokasi ini, kalian akan melihat foto-foto indah yang mempromosikan Maroko sebagai salah satu tujuan wisata top. Saya pikir Maroko dan sebagian besar orang yang tinggal di sini terlalu dilebih-lebihkan (overrated).

Saya cukup senang bepergian ke berbagai penjuru Maroko karena saya sudah pernah pergi ke lebih dari 10 negara. Jadi saya sudah mengalami banyak budaya, lingkungan, dan orang yang berbeda. Setelah mengalami semua kenangan baik dan buruk ini, sekaranglah saat yang tepat bagi saya untuk mengunjungi Maroko. Tetapi jika kalian belum melihat banyak kota di negara-negara seperti Turki, Spanyol dan Italia, JANGAN pernah mempertimbangkan untuk mengunjungi Maroko. Itu akan mengecewakan.

Saya memberi tahu kalian, ada banyak tempat yang lebih baik di dunia yang HARUS kalian lihat dan Maroko bukan salah satunya.

Jangan biarkan media sosial menyesatkan kalian dengan gambar-gambar hebat. Jangan lupa, orang menghabiskan waktu berjam-jam untuk menemukan dan mengambil gambar terbaik untuk dibagikan kepada pengikut mereka (followers) dan ketika mereka mendapat banyak komentar positif penuh kecemburuan, mereka tidak bisa mengatakan yang sebenarnya.

1. Orang-orang di Maroko
Mereka terlihat sangat mudah membantu tetapi ini adalah ilusi total. Mereka semua pada akhirnya akan meminta uang. Bahkan jika kalian menanyakan lokasi hotel, restoran, atau toko sederhana, mereka akan memandu kalian hingga ke lokasi dan meminta uang. Untung ada Google Map, itu mengesankan bahkan di tengah souqs (pasar) dengan jalan-jalan yang sangat sempit, saya tidak perlu bertanya lokasi apa pun kepada siapa pun.

Bahkan…satpam airport juga meminta tip. Kalian bakal merasa benar-benar tidak nyaman ketika penjaga keamanan di bandara meminta tip juga. Itu artinya, jika kalian membayar dengan baik, kalian bisa lolos dengan apa pun. Kasus ini serupa dengan di Mesir. Ketika kami memiliki kantor cabang di sana, saya sering bepergian ke sana dan saya selalu siapkan tip untuk melewati bahkan tanpa memasukkan barang bawaan saya ke mesin x-ray.

Tawar-menawar untuk membeli apa pun membuat kalian lelah dan frustrasi. Itu memang dalam budaya kita di Indonesia, maupun di Timur Tengah dan Afrika Utara. Kita senang melakukan tawar-menawar sebelum membeli barang atau jasa, tetapi terutama di Maroko itu tidak jauh berbeda banyak. Kalian membuang waktu kalian yang berharga hanya untuk tawar-menawar dengan pemilik toko kecil dan berapa pun diskon yang kalian dapatkan, itu tidak masalah. Namun, kalian merasa seolah-olah sudah membayar banyak. Biasanya, kalian dapat melakukan tawar menawar harga hingga 10-25% sesuai dengan jumlah total yang akan kalian bayar dan produk. Tetapi di Pasar (souqs) Maroko, harga mulai dari 350 dan mungkin berakhir 50 – yang mungkin sebenarnya masih mahal.

2. Berselancar
Tangier benar-benar mengejutkan. Waktu itu awal Mei. Cuaca cukup bagus dan angin cukup kencang dan terlihat sempurna untuk naik selancar layang (kite surf). Saya sangat senang karena Kite surf adalah satu-satunya alasan untuk mengunjungi Tangier. Kalian dapat membuat pencarian Google dan kalian akan melihat banyak gambar dan cerita indah tentang selancar layang di Tangier. Hasilnya, tidak ada satu pun sekolah untuk kite surf atau selancar. Jelas, orang menikmati berselancar dengan peralatan mereka selama musim panas atau tempat-tempat penyewaan peralatan.  Tidak ada tempat kursus yang berpengalaman dan terorganisir dengan baik. Kalian bisa membawa peralatan sendiri dan menikmati olahraga ekstrim sendiri yang tentunya meningkatkan risiko tiga kali lipat.

Jika kalian belum mencoba lokasi di Turki untuk naik balon udara atau paralayang, Maroko akan terlihat konyol untuk dinikmati. Alaçatı adalah salah satu tujuan utama untuk kite board dan wind surfing. Angin kencang dari Mei hingga akhir Oktober dan banyak sekolah dengan guru yang sangat berpengalaman. Jika kalian mencari tujuan wisata non-wisata tapi top lokal, saya sarankan Ayvalik. Itu tempat terbaik untuk naik layang-layang dalam hal angin, air, dan pemandangan disertai dengan 2 sekolah berkualitas baik. Akyaka adalah salah satu dari 5 tujuan layang-layang teratas secara global dan semua ini ada di Turki dan situs Maroko tidak sebanding dengan ini. Saya bahkan tidak menghitung Zanzibar / Tanzania yang merupakan lokasi # 1 untuk paralayang.

Saya pernah ke Afrika Selatan untuk berselancar dan itu benar-benar pengalaman yang luar biasa. Sepertinya berselancar adalah bagian dari kehidupan di Maroko yang sangat mengesankan. Orang-orang mulai berselancar sejak kecil tetapi ombaknya cukup kecil. Jika kamu seorang peselancar dan mencari tujuan teratas, Maroko jelas bukan salah satunya. Jika kalian mencari liburan musim panas di mana kalian juga bisa belajar selancar, maka Maroko mungkin merupakan pilihan yang baik. Wilayah Taghazout di Agadir dan Essaoira adalah lokasi populer untuk liburan selancar / musim panas.

Seperti yang dapat kalian bayangkan, saya sudah mencoba Taghazout dan berselancar selama 2 hari. Saya benar-benar menikmati berselancar di lautan tetapi apakah saya akan datang lagi untuk berselancar? Tidak, ada banyak tempat yang mengesankan di dunia.

3. Kehidupan malam
Nyaris tidak ada kehidupan malam di Maroko. Sebagian besar restoran tidak menyajikan alkohol. Bahkan yang melayani, mereka tutup lebih awal atau tidak ramai. Jika kalian mencari berbagai jenis tempat untuk dinikmati dan melihat kehidupan malam sebagai bagian dari budaya, Maroko bukanlah jenis tempat itu. Jika kalian mencari kehidupan malam nyata dengan orang-orang lokal yang benar-benar tahu cara menikmatinya, saya pasti akan menyarankan kalian untuk pergi ke İstanbul atau Thailand. Ada tujuan teratas dekat dengan Eropa, jauh lebih baik London atau Amsterdam. Atau Anda dapat mencoba NewYork, San Francisco, Seoul atau Tokyo.

Tentu, ada beberapa restoran yang bagus di dekat laut atau di Marrakech tetapi itu tidak memberi saya rasa kehidupan malam lokal. Mereka hanya terlihat seperti restoran mewah terbaik untuk orang kaya atau turis kaya di Maroko.

4. Makanan
Anehnya, makanannya tidak begitu enak. Saya benar-benar mengharapkan selera yang unik dan baik tetapi setelah menguji beberapa restoran dan masakan, rasa secara umum hanya rata-rata. Sekali lagi, jika kalian berencana untuk bepergian ke Maroko dan kalian belum pernah mencoba lokasi terdekat seperti Spanyol, Italia, dan Turki, JANGAN buang-buang uang di restoran Maroko. Lebih baik jika mencoba makan di trattoria Italia lokal, restoran ikan Turki dengan minuman tradisional “Rakı” atau paella dan makanan laut di Spanyol.

Saya yakin, banyak orang akan menyarankan beberapa restoran bagus di Maroko tapi itu pengamatan saya pada akhir 9 hari. Menurut pendapat saya, seorang turis biasa harus mencicipi makanan enak setidaknya lebih dari 50% dari waktunya.

Ngomong-ngomong, saya sudah mencoba Paella di salah satu restoran top di Tengier, restoran nomor 1 di Afrika “Gastro MK” menurut Trip Advisor dan restoran ikan # 1 di Agadir. Mereka semua sedang-sedang saja, tidak “amazing” atau “mind blowing”.

 

 

 

5. Tempat bersejarah
Saya sangat suka mengunjungi tempat-tempat bersejarah dan museum. Itu adalah bagian dari mentalitas perjalanan budaya saya. Yang pasti, ada beberapa tempat untuk dilihat seperti Makam Saadian. Internet menunjukkan seolah-olah 1 hari tidak akan cukup untuk mengunjungi mereka semua tanpa alokasi waktu yang tepat.

Silakan kunjungi Florence atau Roma, Anda akan mengerti apa arti perjalanan budaya. Anda tidak dapat menyelesaikan semua situs dan museum udara terbuka dalam 2 minggu. Saya bahkan tidak berbicara tentang Turki. Mungkin butuh berbulan-bulan untuk melihat semuanya.

Itu adalah pengalaman terlucu bagi saya untuk mengunjungi Museum Marrakech. Itu adalah bangunan tua yang sangat bagus yang penuh dengan keramik, tetapi hanya itu. Ada lukisan di dinding dan dijual. Anda dapat membeli lukisan di dinding museum (what !?!?!?). Itu berarti Anda membayar biaya masuk untuk masuk ke galeri seni. Apa bedanya dengan Istana Maimun di Medan…?! Mirip.  Itulah salah satu dari sedikit museum yang dapat Anda kunjungi.

Mereka mengatakan istana yang paling mengesankan berada di Marrakech “Palais de la Bahiaa” dan “Istana El Badii”. Jika Anda belum mengunjungi istana Dolmabahçe dan Topkapi di Turki, maka Anda dapat melihatnya sebagai istana. Hehehe…

Ada situs terbuka bersejarah yang bagus di semua kota. Pasti, mereka layak untuk dilihat tetapi sekali lagi jika Anda tidak melihat Kapadokia dan Efes di Turki, piramida Aztec di Meksiko atau piramida dan Sharm el Sheyk di Mesir, Anda masih punya waktu untuk datang ke Maroko.

 

 

6.  Pemandangan Kota
Tur kota adalah bagian paling menyenangkan dalam perjalanan saya. Kalian bisa berjalan sepanjang hari, tersesat di tengah jalan yang sempit, dan setiap kali kalian menemukan taman, kalian menikmati latte dan pergi lagi, yah..seperti itu. Sayangnya, sebagian besar penduduk Maroko tidak begitu.

Casablanca terlihat bagaikan sebuah bencana, tidak aman dan kotor.  Itu salah satu tempat terburuk yang pernah saya lihat. Manila dan Casablanca harus menjadi 2 kota teratas yang memiliki nama terkenal tetapi pengalaman yang tidak menyenangkan. Hanya ada satu masjid yang mengesankan di Casablanca, itu saja.

Tengier dan Agidir hanyalah kota biasa. Tidak buruk tetapi tidak ada hal khusus untuk dilihat dan dinikmati.

 

 

 

7. Alam
Maroko populer dengan laut, alam hijau, dan gurunnya. Dalam bendera aslinya, 3 warna mewakili 3 elemen utama Maroko ini.

Semuanya menyenangkan untuk dilihat dan dirasakan tetapi bukan yang terbaik. Mereka tidak mengesankan dan saya percaya itu masalah umum di Maroko. Tidak ada yang mengesankan dan tidak ada yang terbaik dan unik di Maroko.

Jika Anda ingin mencicipi Mediterania, Turki selatan memiliki pantai terbaik. Italia dan Spanyol juga sangat baik tetapi saya tidak menyarankan bagian Afrika Utara.

Jika Anda mencari alam hijau, Anda harus mencoba Eropa utara. Tetapi jika Anda ingin laut dan alam bersama, pasti bagian selatan dan barat Turki adalah lokasi terbaik. Maroko bahkan tidak sebanding dengan Turki.

Jika Anda benar-benar ingin menikmati safari gurun, saya juga menyarankan Dubai untuk tamasya yang bersih dan aman dengan berbagai opsi.

8. Chefchaouen
Dengan nama populernya, Blue city. Itu terlihat indah dan tempat untuk melihat tetapi apakah worth it lebih dari 5 jam berkendara dari Casablanca? Kota ini memberi Anda pemotretan Instagram yang sempurna tetapi percayalah bahwa mengecat semua rumah dengan warna biru tidak membuat kota ini indah. Kota menjadi tempat untuk dinikmati dengan restoran, kafe, dan orang-orang di sekitarnya. Bukan hanya lukisannya atau warna cat rumahnya.

Turki memiliki pemandangan serupa dari luar tetapi ketika kalian mulai berjalan di jalanan, kalian akan mulai terkesan. Turki mungkin memberi kalian perasaan yang jauh lebih baik dengan lautan yang indah.

 

 

 

9. Marrakech
Kota tua ini adalah tempat kalian menginap, berjalan-jalan, dan menikmati. Ada banyak souq (pasar) dan kalian dapat menghabiskan waktu berhari-hari di dalam souq ini jika kalian menyukai lingkungan dan belanja.

Bagi saya, ini adalah pengalaman yang menyenangkan berada di Marrakesh. namun itu tidak unik karena souqs di sini mirip dengan yang di Istanbul, Kairo, Jeddah dan Riyadh. Tetapi mereka terlalu panjang, penuh sesak dan penuh warna. Kalian juga bisa memperoleh pengalaman terbaik di Marrakech. Lost in Marrakesh…hehehe.

Sayangnya, variasi produk cinderamata dll terbatas, 99% di antaranya berkualitas sangat rendah dan sangat mahal. Sistem di sini berfokus tentang bagaimana cara mendapatkan lebih banyak uang dari turis dengan produk termurah. Jika kalian benar-benar membeli sesuatu dan berbagi dengan teman-teman kalian sebagai hadiah atau digunakan di rumah, souq berwarna-warni ini bukan tempat yang tepat untuk berbelanja.

Kalian mungkin akan melihat restoran berkualitas tinggi dan mewah di Riyadh, tetapi kalian tidak akan menikmati jalan-jalan sempit saat berjalan ke sana.

Kalian mungkin menyukai taman; ini adalah bagian kota yang populer. Garden La Majorelle adalah salah satu tujuan utama dan pastinya kalian harus melihat tempat ini namun jangan abaikan tentang bagaimana kalian akan pergi ke sana. Saya lebih suka berjalan daripada mengambil risiko taksi (biasanya, biayanya 20-30 dirham tetapi tidak ada pengemudi yang membuka taksimeter). Waktu itu cuaca terlalu panas ketika kami meninggalkan taman dan memutuskan untuk mendapatkan taksi. Tawar-menawar dimulai dari 150 dirham. Saya benar-benar tidak menikmati di kota di mana kita tidak bisa mendapatkan taksi dengan mudah dan murah.

 

 

 

 

Catatan penting untuk orang-orang Indonesia juga. Terkadang, kita senang melihat negara-negara baru alih-alih mengunjungi tempat-tempat populer di negeri kita sendiri. Saya sangat menyarankan, jangan pergi ke mana pun sebelum mengunjungi tempat-tempat indah di Indonesia. Anda tidak akan menemukan tempat yang lebih baik daripada Sabang, Bukittinggi, Belitung, Bali, Bunaken, Raja Ampat dan masih banyak lagi .

 

Aceh

Aceh is located on the northern tip of the island of Sumatra. Aceh is considered to be the place to begin the spread of Islam in Indonesia and plays an important role in the spread of Islam in Southeast Asia. Therefore, Aceh was dubbed the city of the Veranda of Mecca.

After the devastating tsunami in 2004, some areas in Aceh were damaged, including several tourist attractions in Aceh.

As time goes by, Aceh has managed to rise again and carefully arrange its territory, including in the tourism sector, which is a valuable asset of citizens’ pride.

Aceh does have extraordinary natural tourism potential, it is not surprising that many tourists make Aceh a favorite tourist destination when the holidays arrive.

The beauty of beaches, islands, waterfalls and mountains in Aceh is no longer a secret, so many tourists are willing to spend their vacation time exploring the natural beauty of Aceh one by one.

In addition to enchanting natural attractions, Aceh also has different tourism potential and is certainly interesting to visit. What tourist attractions are meant?

The following are recommendations for tourist attractions in Aceh that most visited:

  1. Baiturrahman Grand Mosque

    This mosque witnessed the enormity of the tsunami and became a place of refuge for the people of Aceh at that time.

    Baiturrahman Grand Mosque is a tourist icon of the city of Aceh with a magnificent and sturdy building texture with its domes which are dominated by black.

    The mosque built by Sultan Iskandar Muda is surrounded by seven towers with each black dome above. The existence of a large pool with a shower like the Indian Taj Mahal on the front yard makes this mosque look more beautiful and amazing.

     

    Baiturrahman Grand Mosque

    Mosque architectural design will amaze you. There are many Al-Quran letter carvings, extensive mosque pages, and pools of the Ottoman Sultanate. Some of these factors make the Baiturrahman Great Mosque crowned as one of the most beautiful mosques in Indonesia.

  2. Laut Tawar Lake

Danau Laut Tawar is a tourism potential of Aceh, a place for photo hunting favored by tourists.  Favored by young people who love adventure, also suitable for children to adults. Going alone is  cool, with community friends more fun, also when traveling with family.  A lake that holds a lot of  beauty, a story of origin, and this mystery, is very worth visiting. I love the panorama of beauty. I don’t know the history of the name’s origin. But from the friends’ stories at Takengon, it is so  named because the lake is as large as a sea with a fresh taste of water.  The combination of terrain, hills, and waters around Lake Laut Tawar presents charming natural beauty.

Laut Tawar Lake, view from above

clear lake, view from boat

To enjoy the beauty of Lake Laut Tawar we do not need to pay for the entrance ticket. We can freely choose which edge to relax for free. In some places the scenery is very beautiful. Don’t forget to enjoy culinary tours on the banks of the lake. Sipping Gayo coffee. Or eat depik fish that tastes delicious. Can I ask questions at the restaurant in Takengon. For lodging, we can choose to stay in Takengon City or lodging on the edge of the lake. Three times, I prefer to stay in Takengon city. Maybe another time choosing to stay at the edge of the lake.

 

3. Kuala Merisi Beach

Kuala Merisi Beach is a beach located in Aceh Jaya Regency. Like other beaches in Aceh, this beach was also one of the victims of the tsunami in Banda Aceh in 2004. But now Kuala Merisi offers beautiful panoramas that are perfect for families to visit during holidays. Apart from the natural beauty available, access to the beach is very easy.

This beach is located in Ketapang, Krueng Sabee District; This is one of the most visited beaches in Aceh, because it has very beautiful scenery and clean white sand on the shoreline.

Let’s go to the beach

lovely white sand

View from the hill

Moreover, the waves in the sea are not too high so it is relatively safe for you and your family to play on the beach. For those who want to enjoy this beach in a relaxed way can spread the mat and lie on the beach, sunbathe or just play with friends or loved ones. Kuala Merisi Beach is not suitable for those who like adrenaline activity, but you can enjoy seafood with stalls around the beach.

 

4. Aceh Tsunami Museum

In 2004, Aceh grieved. The tsunami came to take everything from Aceh. Residence, family, natural resources, and more. All that remains is damaged debris and bitter memories that cannot be easily forgotten by the survivors. Year after year passed and now Aceh has risen again. They even rose to become stronger and determined not to forget the big disaster.

From there it was born a magnificent building that will be a reminder of how powerful the tsunami was at that time. The Aceh Tsunami Museum, the place where the names of the dead were carved at once became a place where tourists could feel when the seconds of the tsunami arrived.

The museum, which is now one of the most crowded tours in Banda Aceh, has other functions. The Aceh Tsunami Museum is specially designed so that it can be used as a place to secure  yourself when a tsunami threat comes. No wonder the museum is also often referred to as ‘Rumoh Aceh Escape Hill’. In the area near the museum a hill-shaped park was built that was expected to prevent sea waves.

The roof of the museum is also deliberately made sloping so that later it can accommodate the residents. So when the tsunami threat comes again at least the number of victims can be minimized.

Space of Sorrow

Tsunami museum

 

5.  Sabang

Sabang is included in the province of Aceh, but Sabang is located on Pulau Weh. Sabang has many small islands scattered on the north and west side with Weh Island as its largest island, and Rondo Island as the northernmost island.

Known as the zero point of the western part of Indonesia, the city of Sabang is now being accelerated to become a tourist city. The city of Sabang has the largest island, namely Pulau Weh, which is about 45 minutes sailing on a fast boat from the port of Ulee Lhue, Banda Aceh.

The beauty of nature and the waters of Pulau Weh as another name for the city of Sabang is quite beautiful, even some tourists say the panoramic sea waters on the island is like a piece of heaven in the world.

The chunks of colorful coral reefs and the variety of unique types of ornamental fish, are easily seen by the eye by only diving about two to three meters such as in the waters of Iboih and Gapang.

Sabang Tourism Map

I Love Sabang

Sabang…it’s all about the beach

Iboih Beach

Actually there are many more natural beauty in Aceh.
so, what else do you think …

Pack your stuff, invite your friends, order tickets now..
visit the natural beauty of Indonesia!

 

see u in next post…

bhe

%d bloggers like this: