Tentang Saham

Oke, saat ini mungkin gw lagi kemasukan jin pialang saham… ntah kenapa seminggu ini kepikiran mau beli saham, investasi di saham. So, seminggu yang lalu gw mulai deh belajar saham dan segala macam hal yang berhubungan dengan saham.

SEKILAS SAHAM

Saham adalah bukti kepemilikan suatu perusahaan yang merupakan klaim atas penghasilan dan kekayaan perseroan. Perusahaan yang sahamnya dapat dibeli di Bursa Efek Indonesia disebut Perusahaan Tercatat. Saham merupakan salah satu produk pasar modal yang menjadi salah satu instrumen investasi untuk jangka panjang.

Satuan pembelian saham = 1 Lot (100 lembar)

Dengan membeli saham perusahaan, maka kita menjadi pemilik perusahaan tersebut.

Keuntungan Saham:

  1. Capital Gain (Keuntungan dari kenaikan harga)
  2. Dividen (Pembagian keuntungan perusahaan)

Risiko Saham:

  1. Capital Loss (Kerugian atas penurunan harga)
  2. Risiko Likuidasi (Jika perusahaan bangkrut)

PASAR MODAL atau BEI

Pasar Modal mempertemukan pihak yang membutuhkan dana jangka panjang dengan pihak yang membutuhkan sarana investasi pada produk keuangan (Saham, Obligasi, Reksa Dana dan lain-lain)

Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan tempat atau wadah bagi para pelaku saham untuk memperdagangkan/memperjualbelikan setiap saham/efek yang mereka miliki dan ingin beli.

BEI ibarat mal yang menyediakan tempat kepada para pihak untuk bertransaksi.

Kategori Saham berdasarkan Kapitalisasi Pasarnya:

1. Saham Lapis Satu (Big Cap / Blue Chips)

  • Saham dengan nilai kapitalisasi pasar besar, di atas Rp10 Triliun
  • Penggerak IHSG dan LQ45
  • Kinerja keuangan baik
  • Harga cenderung stabil

2. Saham Lapis Kedua (Medium Cap / Second Liner)

  • Saham dengan nilai kapitalisasi pasar medium, Rp500 Miliar – Rp10 Triliun
  • Sebagian masuk ke LQ45
  • Kinerja keuangan cukup baik
  • Harga cenderung fluktuatif
  • Pergerakannya beragam (ada yang likuid dan tidak likuid)

3. Saham Lapis Ketiga (Small Cap / Third Liner)

  • Saham dengan nilai kapitalisasi pasar kecil, di bawah Rp500 Miliar 
  • Harga saham relatif kecil
  • Fluktuasi dan volatilitas harga tinggi
  • Risiko cenderung tinggi

Klasifikasi Saham berdasarkan pembagian sektor di Bursa Efek Indonesia:

  1. Agriculture: bidang usaha tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan, dll.
  2. Mining: bidang usaha pertambangan batu bara, minyak, gas bumi, logam, dll
  3. Basic Industry & Chemical: bidang usaha industri dasar dan bahan kimia, seperti semen, keramik, industri kimia, plastik, pakan ternak, kertas, dll.
  4. Miscellaneous Industry: bidang usaha pembuatan alat berat atau mesin, otomotif, tekstil, elektronik, kabel, dll.
  5. Consumer Goods Industry: usaha pengolahan konsumsi rumah tangga, seperti makanan dan minuman, rokok, obat-obatan, kosmetik dan keperluan rumah tangga.
  6. Property, real estate, & building construction: konstruksi, pembangunan properti, real estate, bangunan.
  7. Infrastructure, utility & transportation: penyediaan energi, sarana transportasi, sarana telekomunikasi, bangunan non-gedung dan non-rumah (tol, bandara, pelabuhan).
  8. Finance: usaha sektor keuangan, seperti bank, lembaga pembiayaan, asuransi, perusahaan efek, perusahaan investasi.
  9. Trade, service & investment: usaha perdagangan partai besar, retail, restoran, hotel, periklanan, kesehatan, komputer dll.

Namun, berinvestasi saham tidak bisa dilakukan secara asal-asalan. Untuk kamu investor saham pemula, ada beberapa panduan belajar saham untuk pemula yang perlu dipahami.

Ketahui mana jenis saham yang menguntungkan

Bagi pemula yang ingin belajar saham sebaiknya kamu perlu ketahui terlebih dahulu jenis-jenis saham yang ada di bursa efek. Di sini kamu perlu untuk mengetahui karaktermu terlebih dahulu, apakah kamu termasuk orang yang nekat atau orang yang penuh kehati-hatian. Ini penting untuk meminimalisir risiko hingga kegagalan bisnis ketika kamu bermain saham di bursa efek nantinya.

Dalam memilih saham yang tepat dan menguntungkan ada beberapa hal yang perlu untuk kamu perhatikan.

Pertama adalah mengenai fundamental perusahaan yang akan dibeli. Bila perusahaan tidak begitu menguntungkan sebaiknya jangan dipilih. Kedua adalah kamu harus jeli dalam melihat perkembangan saham perusahaan tersebut. Ketiga bila perlu kamu minta pertimbangan dan nasihat dari broker.

Tentukan apa tujuan investasimu

Langkah kedua saat kamu belajar saham tentukan juga apa tujuanmu berinvestasi dan memilih saham tersebut. Tujuan ini bisa berupa tujuan jangka pendek, jangka menengah, hingga jangka panjang. Para pakar investasi saham menyarankan sebaiknya kamu memilih tujuan investasi jangka menengah.

Mengapa demikian? Jika kamu memutuskan untuk investasi jangka pendek selain rugi di bursa saham, kamu pun rugi karena harus membayar fee broker. Jangka pendek yang dimaksud di sini adalah untuk trading harian. Jadi, benar-benar pikirkan dengan matang jangka waktu dari investasi tersebut agar kamu tidak menderita kerugian ke depannya.

Tentukan nilai investasinya

Kini kamu sudah mengetahui kapan waktu yang tepat untuk menjual dan membeli. Maka langkah selanjutnya untuk dilakukan adalah menentukan besaran atau nilai investasi yang akan kamu tanamkan.

Bagi pemula yang ingin belajar saham, sebaiknya jangan terburu-buru membeli saham dalam jumlah yang besar. Saat ini banyak saham yang menawarkan modal yang cukup kecil sekitar Rp2 juta saja. Bahkan beberapa sekuritas kecil menawarkan investasi saham dengan harga Rp500 ribu saja.

Lalu, agar kamu tidak salah penghitungan ada baiknya untuk menginvestasikan sekitar lima persen saja dari penghasilanmu pada masa awal belajar saham. Bila dirasa menguntungkan naikkanlah nilai investasinya secaa beratahap. Namun, tetap saja kamu harus mempertimbangkan risikonya.

Pahami juga keuntungan dan kerugiannya

Hal yang paling penting ketika kamu belajar saham adalah pahami keuntungan dan kerugiannya.

Keuntungan dari investasi saham adalah kamu akan mendapatkan dividen atau pembagian laba baik berupa tunai atau berupa penambahan saham berikutnya dalam jumlah yang cukup besar.

Kamu juga akan mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga saham. Semisalnya kamu beli saham per lembar Rp3000 lalu menjualnya kembali dengan Rp4500, tentu kamu akan mendapatkan keuntungan Rp1500 untuk setiap lembarnya.

Meski begitu ada beberapa risiko  juga yang perlu dipertimbangkan. Risiko itu di antaranya adalah adanya capital loss atau investor menjual harga lebih rendah dibandingkan harga belinya.

Risiko kedua adalah adanya suspend atau diberhentikan perdagangannya oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Ketika kamu berada dalam masa suspend ini, tidak dapat menjual atau membeli saham hingga suspend tersebut dicabut kembali.

Bagaimana, setelah kamu mengikuti panduan belajar saham di atas sudah siapkah kamu sekarang untuk terjun berinvestasi saham? Investasi saham akan membuat masa depanmu lebih baik dan kamu bahkan bisa melipatgandakan keuntungan dari bisnismu seperti yang dilakukan oleh Warren Buffet. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.