Setelah bepergian ke Maroko dari Utara ke Selatan selama 9 hari, saya ingin berbagi beberapa kesan dan pesan saya untuk orang-orang yang merencanakan perjalanan ke Maroko.

Pertama-tama, Maroko jelas merupakan tempat yang lumayan indah untuk dilihat. Pegunungan Atlas hijau yang indah, pantai-pantai luas yang cocok untuk berselancar, lingkungan yang eksotis.

Saya beritahu 1 hal bahwa Maroko bukanlah tempat yang luar biasa yang kalian impikan ketika kalian melihat foto, blog, dan situs rekomendasi perjalanan. Di sebagian besar lokasi ini, kalian akan melihat foto-foto indah yang mempromosikan Maroko sebagai salah satu tujuan wisata top. Saya pikir Maroko dan sebagian besar orang yang tinggal di sini terlalu dilebih-lebihkan (overrated).

Saya cukup senang bepergian ke berbagai penjuru Maroko karena saya sudah pernah pergi ke lebih dari 10 negara. Jadi saya sudah mengalami banyak budaya, lingkungan, dan orang yang berbeda. Setelah mengalami semua kenangan baik dan buruk ini, sekaranglah saat yang tepat bagi saya untuk mengunjungi Maroko. Tetapi jika kalian belum melihat banyak kota di negara-negara seperti Turki, Spanyol dan Italia, JANGAN pernah mempertimbangkan untuk mengunjungi Maroko. Itu akan mengecewakan.

Saya memberi tahu kalian, ada banyak tempat yang lebih baik di dunia yang HARUS kalian lihat dan Maroko bukan salah satunya.

Jangan biarkan media sosial menyesatkan kalian dengan gambar-gambar hebat. Jangan lupa, orang menghabiskan waktu berjam-jam untuk menemukan dan mengambil gambar terbaik untuk dibagikan kepada pengikut mereka (followers) dan ketika mereka mendapat banyak komentar positif penuh kecemburuan, mereka tidak bisa mengatakan yang sebenarnya.

1. Orang-orang di Maroko
Mereka terlihat sangat mudah membantu tetapi ini adalah ilusi total. Mereka semua pada akhirnya akan meminta uang. Bahkan jika kalian menanyakan lokasi hotel, restoran, atau toko sederhana, mereka akan memandu kalian hingga ke lokasi dan meminta uang. Untung ada Google Map, itu mengesankan bahkan di tengah souqs (pasar) dengan jalan-jalan yang sangat sempit, saya tidak perlu bertanya lokasi apa pun kepada siapa pun.

Bahkan…satpam airport juga meminta tip. Kalian bakal merasa benar-benar tidak nyaman ketika penjaga keamanan di bandara meminta tip juga. Itu artinya, jika kalian membayar dengan baik, kalian bisa lolos dengan apa pun. Kasus ini serupa dengan di Mesir. Ketika kami memiliki kantor cabang di sana, saya sering bepergian ke sana dan saya selalu siapkan tip untuk melewati bahkan tanpa memasukkan barang bawaan saya ke mesin x-ray.

Tawar-menawar untuk membeli apa pun membuat kalian lelah dan frustrasi. Itu memang dalam budaya kita di Indonesia, maupun di Timur Tengah dan Afrika Utara. Kita senang melakukan tawar-menawar sebelum membeli barang atau jasa, tetapi terutama di Maroko itu tidak jauh berbeda banyak. Kalian membuang waktu kalian yang berharga hanya untuk tawar-menawar dengan pemilik toko kecil dan berapa pun diskon yang kalian dapatkan, itu tidak masalah. Namun, kalian merasa seolah-olah sudah membayar banyak. Biasanya, kalian dapat melakukan tawar menawar harga hingga 10-25% sesuai dengan jumlah total yang akan kalian bayar dan produk. Tetapi di Pasar (souqs) Maroko, harga mulai dari 350 dan mungkin berakhir 50 – yang mungkin sebenarnya masih mahal.

2. Berselancar
Tangier benar-benar mengejutkan. Waktu itu awal Mei. Cuaca cukup bagus dan angin cukup kencang dan terlihat sempurna untuk naik selancar layang (kite surf). Saya sangat senang karena Kite surf adalah satu-satunya alasan untuk mengunjungi Tangier. Kalian dapat membuat pencarian Google dan kalian akan melihat banyak gambar dan cerita indah tentang selancar layang di Tangier. Hasilnya, tidak ada satu pun sekolah untuk kite surf atau selancar. Jelas, orang menikmati berselancar dengan peralatan mereka selama musim panas atau tempat-tempat penyewaan peralatan.  Tidak ada tempat kursus yang berpengalaman dan terorganisir dengan baik. Kalian bisa membawa peralatan sendiri dan menikmati olahraga ekstrim sendiri yang tentunya meningkatkan risiko tiga kali lipat.

Jika kalian belum mencoba lokasi di Turki untuk naik balon udara atau paralayang, Maroko akan terlihat konyol untuk dinikmati. Alaçatı adalah salah satu tujuan utama untuk kite board dan wind surfing. Angin kencang dari Mei hingga akhir Oktober dan banyak sekolah dengan guru yang sangat berpengalaman. Jika kalian mencari tujuan wisata non-wisata tapi top lokal, saya sarankan Ayvalik. Itu tempat terbaik untuk naik layang-layang dalam hal angin, air, dan pemandangan disertai dengan 2 sekolah berkualitas baik. Akyaka adalah salah satu dari 5 tujuan layang-layang teratas secara global dan semua ini ada di Turki dan situs Maroko tidak sebanding dengan ini. Saya bahkan tidak menghitung Zanzibar / Tanzania yang merupakan lokasi # 1 untuk paralayang.

Saya pernah ke Afrika Selatan untuk berselancar dan itu benar-benar pengalaman yang luar biasa. Sepertinya berselancar adalah bagian dari kehidupan di Maroko yang sangat mengesankan. Orang-orang mulai berselancar sejak kecil tetapi ombaknya cukup kecil. Jika kamu seorang peselancar dan mencari tujuan teratas, Maroko jelas bukan salah satunya. Jika kalian mencari liburan musim panas di mana kalian juga bisa belajar selancar, maka Maroko mungkin merupakan pilihan yang baik. Wilayah Taghazout di Agadir dan Essaoira adalah lokasi populer untuk liburan selancar / musim panas.

Seperti yang dapat kalian bayangkan, saya sudah mencoba Taghazout dan berselancar selama 2 hari. Saya benar-benar menikmati berselancar di lautan tetapi apakah saya akan datang lagi untuk berselancar? Tidak, ada banyak tempat yang mengesankan di dunia.

3. Kehidupan malam
Nyaris tidak ada kehidupan malam di Maroko. Sebagian besar restoran tidak menyajikan alkohol. Bahkan yang melayani, mereka tutup lebih awal atau tidak ramai. Jika kalian mencari berbagai jenis tempat untuk dinikmati dan melihat kehidupan malam sebagai bagian dari budaya, Maroko bukanlah jenis tempat itu. Jika kalian mencari kehidupan malam nyata dengan orang-orang lokal yang benar-benar tahu cara menikmatinya, saya pasti akan menyarankan kalian untuk pergi ke İstanbul atau Thailand. Ada tujuan teratas dekat dengan Eropa, jauh lebih baik London atau Amsterdam. Atau Anda dapat mencoba NewYork, San Francisco, Seoul atau Tokyo.

Tentu, ada beberapa restoran yang bagus di dekat laut atau di Marrakech tetapi itu tidak memberi saya rasa kehidupan malam lokal. Mereka hanya terlihat seperti restoran mewah terbaik untuk orang kaya atau turis kaya di Maroko.

4. Makanan
Anehnya, makanannya tidak begitu enak. Saya benar-benar mengharapkan selera yang unik dan baik tetapi setelah menguji beberapa restoran dan masakan, rasa secara umum hanya rata-rata. Sekali lagi, jika kalian berencana untuk bepergian ke Maroko dan kalian belum pernah mencoba lokasi terdekat seperti Spanyol, Italia, dan Turki, JANGAN buang-buang uang di restoran Maroko. Lebih baik jika mencoba makan di trattoria Italia lokal, restoran ikan Turki dengan minuman tradisional “Rakı” atau paella dan makanan laut di Spanyol.

Saya yakin, banyak orang akan menyarankan beberapa restoran bagus di Maroko tapi itu pengamatan saya pada akhir 9 hari. Menurut pendapat saya, seorang turis biasa harus mencicipi makanan enak setidaknya lebih dari 50% dari waktunya.

Ngomong-ngomong, saya sudah mencoba Paella di salah satu restoran top di Tengier, restoran nomor 1 di Afrika “Gastro MK” menurut Trip Advisor dan restoran ikan # 1 di Agadir. Mereka semua sedang-sedang saja, tidak “amazing” atau “mind blowing”.

 

 

 

5. Tempat bersejarah
Saya sangat suka mengunjungi tempat-tempat bersejarah dan museum. Itu adalah bagian dari mentalitas perjalanan budaya saya. Yang pasti, ada beberapa tempat untuk dilihat seperti Makam Saadian. Internet menunjukkan seolah-olah 1 hari tidak akan cukup untuk mengunjungi mereka semua tanpa alokasi waktu yang tepat.

Silakan kunjungi Florence atau Roma, Anda akan mengerti apa arti perjalanan budaya. Anda tidak dapat menyelesaikan semua situs dan museum udara terbuka dalam 2 minggu. Saya bahkan tidak berbicara tentang Turki. Mungkin butuh berbulan-bulan untuk melihat semuanya.

Itu adalah pengalaman terlucu bagi saya untuk mengunjungi Museum Marrakech. Itu adalah bangunan tua yang sangat bagus yang penuh dengan keramik, tetapi hanya itu. Ada lukisan di dinding dan dijual. Anda dapat membeli lukisan di dinding museum (what !?!?!?). Itu berarti Anda membayar biaya masuk untuk masuk ke galeri seni. Apa bedanya dengan Istana Maimun di Medan…?! Mirip.  Itulah salah satu dari sedikit museum yang dapat Anda kunjungi.

Mereka mengatakan istana yang paling mengesankan berada di Marrakech “Palais de la Bahiaa” dan “Istana El Badii”. Jika Anda belum mengunjungi istana Dolmabahçe dan Topkapi di Turki, maka Anda dapat melihatnya sebagai istana. Hehehe…

Ada situs terbuka bersejarah yang bagus di semua kota. Pasti, mereka layak untuk dilihat tetapi sekali lagi jika Anda tidak melihat Kapadokia dan Efes di Turki, piramida Aztec di Meksiko atau piramida dan Sharm el Sheyk di Mesir, Anda masih punya waktu untuk datang ke Maroko.

 

 

6.  Pemandangan Kota
Tur kota adalah bagian paling menyenangkan dalam perjalanan saya. Kalian bisa berjalan sepanjang hari, tersesat di tengah jalan yang sempit, dan setiap kali kalian menemukan taman, kalian menikmati latte dan pergi lagi, yah..seperti itu. Sayangnya, sebagian besar penduduk Maroko tidak begitu.

Casablanca terlihat bagaikan sebuah bencana, tidak aman dan kotor.  Itu salah satu tempat terburuk yang pernah saya lihat. Manila dan Casablanca harus menjadi 2 kota teratas yang memiliki nama terkenal tetapi pengalaman yang tidak menyenangkan. Hanya ada satu masjid yang mengesankan di Casablanca, itu saja.

Tengier dan Agidir hanyalah kota biasa. Tidak buruk tetapi tidak ada hal khusus untuk dilihat dan dinikmati.

 

 

 

7. Alam
Maroko populer dengan laut, alam hijau, dan gurunnya. Dalam bendera aslinya, 3 warna mewakili 3 elemen utama Maroko ini.

Semuanya menyenangkan untuk dilihat dan dirasakan tetapi bukan yang terbaik. Mereka tidak mengesankan dan saya percaya itu masalah umum di Maroko. Tidak ada yang mengesankan dan tidak ada yang terbaik dan unik di Maroko.

Jika Anda ingin mencicipi Mediterania, Turki selatan memiliki pantai terbaik. Italia dan Spanyol juga sangat baik tetapi saya tidak menyarankan bagian Afrika Utara.

Jika Anda mencari alam hijau, Anda harus mencoba Eropa utara. Tetapi jika Anda ingin laut dan alam bersama, pasti bagian selatan dan barat Turki adalah lokasi terbaik. Maroko bahkan tidak sebanding dengan Turki.

Jika Anda benar-benar ingin menikmati safari gurun, saya juga menyarankan Dubai untuk tamasya yang bersih dan aman dengan berbagai opsi.

8. Chefchaouen
Dengan nama populernya, Blue city. Itu terlihat indah dan tempat untuk melihat tetapi apakah worth it lebih dari 5 jam berkendara dari Casablanca? Kota ini memberi Anda pemotretan Instagram yang sempurna tetapi percayalah bahwa mengecat semua rumah dengan warna biru tidak membuat kota ini indah. Kota menjadi tempat untuk dinikmati dengan restoran, kafe, dan orang-orang di sekitarnya. Bukan hanya lukisannya atau warna cat rumahnya.

Turki memiliki pemandangan serupa dari luar tetapi ketika kalian mulai berjalan di jalanan, kalian akan mulai terkesan. Turki mungkin memberi kalian perasaan yang jauh lebih baik dengan lautan yang indah.

 

 

 

9. Marrakech
Kota tua ini adalah tempat kalian menginap, berjalan-jalan, dan menikmati. Ada banyak souq (pasar) dan kalian dapat menghabiskan waktu berhari-hari di dalam souq ini jika kalian menyukai lingkungan dan belanja.

Bagi saya, ini adalah pengalaman yang menyenangkan berada di Marrakesh. namun itu tidak unik karena souqs di sini mirip dengan yang di Istanbul, Kairo, Jeddah dan Riyadh. Tetapi mereka terlalu panjang, penuh sesak dan penuh warna. Kalian juga bisa memperoleh pengalaman terbaik di Marrakech. Lost in Marrakesh…hehehe.

Sayangnya, variasi produk cinderamata dll terbatas, 99% di antaranya berkualitas sangat rendah dan sangat mahal. Sistem di sini berfokus tentang bagaimana cara mendapatkan lebih banyak uang dari turis dengan produk termurah. Jika kalian benar-benar membeli sesuatu dan berbagi dengan teman-teman kalian sebagai hadiah atau digunakan di rumah, souq berwarna-warni ini bukan tempat yang tepat untuk berbelanja.

Kalian mungkin akan melihat restoran berkualitas tinggi dan mewah di Riyadh, tetapi kalian tidak akan menikmati jalan-jalan sempit saat berjalan ke sana.

Kalian mungkin menyukai taman; ini adalah bagian kota yang populer. Garden La Majorelle adalah salah satu tujuan utama dan pastinya kalian harus melihat tempat ini namun jangan abaikan tentang bagaimana kalian akan pergi ke sana. Saya lebih suka berjalan daripada mengambil risiko taksi (biasanya, biayanya 20-30 dirham tetapi tidak ada pengemudi yang membuka taksimeter). Waktu itu cuaca terlalu panas ketika kami meninggalkan taman dan memutuskan untuk mendapatkan taksi. Tawar-menawar dimulai dari 150 dirham. Saya benar-benar tidak menikmati di kota di mana kita tidak bisa mendapatkan taksi dengan mudah dan murah.

 

 

 

 

Catatan penting untuk orang-orang Indonesia juga. Terkadang, kita senang melihat negara-negara baru alih-alih mengunjungi tempat-tempat populer di negeri kita sendiri. Saya sangat menyarankan, jangan pergi ke mana pun sebelum mengunjungi tempat-tempat indah di Indonesia. Anda tidak akan menemukan tempat yang lebih baik daripada Sabang, Bukittinggi, Belitung, Bali, Bunaken, Raja Ampat dan masih banyak lagi .