“Wanita diciptakan dari tulang rusuk pria, bukan dari kepalanya untuk menjadi atasan,
bukan pula dari kaki untuk dijadikan alas, melainkan dari sisinya (tulang rusuk) untuk menjadi mitra sederajat, dekat pada lengannya tuk dilindungi. dan dekat dihatinya tuk dicintai…..“kalo di “English” in tu jadinya gini…

” Woman was created from the rib of man, not from his head to be above him, nor from his feet to be walked upon, but from his side to be equal, near his arm to be protected, and close to his heart to be loved

dan ternyata, pernyataan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk juga terdapat dalan Hadist…
mending, langsung check full notes nya sajah. .  🙂
Mengapa Wanita Diciptakan dari Tulang Rusuk Pria?

Siti Hawa dicipta dari tulang rusuk…
Mengapa tidak diambil dari kepala?
Mengapa tidak diambil dari kaki atau anggota tubuh yang lain?
Mengapa Hawa tidak diciptakan dari tanah seperti kejadian Nabi Adam
Dan untuk apa Siti Hawa dicipta?

“Wanita tidak dicipta dari kepala laki-laki (Adam),
supaya tidak melebihi atau mengungguli kodrat laki-laki.

Wanita tidak dicipta dari kaki,
supaya wanita tidak dihinakan oleh laki-laki atau diinjak laki-laki,
karena dia adalah bagian dari tubuhnya.

Wanita tidak diciptakan dari tanah,
karena wanita memang kodratnya tidak sama dengan laki-laki.

Wanita dicipta dari tulang rusuk laki-laki,
karena memang untuk dijadikan pasangan laki-laki,
menjadi pendamping laki-laki,
menjadi kesenangan laki-laki,
memperkuat dada laki-laki, dan
sekaligus menjadi penyeimbang hidup laki-laki”

Sesungguhnya wanita itu dicipta dari tulang rusuk. Dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atas. Jika Anda meluruskannya, sama artinya Anda memecahkannya. Jika Anda biarkan, dia akan tetap bengkok. Karena itulah, Anda harus selalu memberikan nasihat-nasihat kebaikan. (HR. Muslim)

Tulang iga adalah tulang yang bengkok dan letaknya sangat dekat dengan jantung hati. Fungsi tulang iga adalah memperkuat dada dan me-lindungi hati. Dari sini kita mendapat hikmah dan pelajaran bahwa wanita yang sudah menjadi istri, dia mempunyai 2 tugas, yaitu:

1. Membuat suami kuat dadanya.

Dada adalah lambang keberanian dan keperkasaan. Karenanya, orang yang berani akan menantang lawannya dengan menepuk dada. Dada adalah tempat berkecamuknya segala rasa, ada rasa benci dan senang, ada rasa kesal dan jengkel. Maka dada harus luas dan tidak sempit, agar bisa menjadi arena untuk menyelesaikan pertengkaran segala macam rasa. Orang yang dadanya sempit akan sulit menyelesaikan masalah. Orang yang dadanya sempit mudah berputus asa, tidak punya optimisme, tidak punya semangat dan mudah sakit. Itu sebabnya, Nabi Musa ketika mendapatkan perintah untuk menyampaikan kebenaran di hadapan Fir’aun dan orang-orang bodoh, beliau berdoa kepada Allah:

Berkata Musa: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataan-ku”. (QS. Thaha: 25-28)

Seorang istri harus menambahkan kekuatan suami, sehingga potensinya bisa bertambah dan berkembang menjadi berlipat-lipat. Seorang istri tidak hanya sekedar memberikan dorongan, tetapi dia menjadi bagian dari kekuatan dada suami. Jadi sesungguhnya wanita adalah dada suami.

Dada adalah kebanggaan, dan di dalam dada ada keberanian dan kekuatan dahsyat. Dada bagi wanita adalah kebanggaannya, dan menjadi kebanggaan suami. Lelaki mana yang tidak tertarik pada dada wanita istrinya. Dada itulah bagian dari yang paling disukai lelaki.

2. Menjaga hati suami.

Hati adalah inti kehidupan. Di dalam hati ada keimanan. Di dalam hati ada kebahagiaan. Istri seharusnya makin mempertebal keimanan suami. Istri seharusnya memberikan kedamaian dan kebahagiaan suami. Istri seharusnya me-nyenangkan hati suami. Istri seharusnya menjaga hati suami agar tidak berpaling ke lain hati. Karenanya orang yang sudah punya istri seharusnya hidupnya bahagia dan imannya semakin mantap.

yap…segitu lah tentang wanita dan pria…haha…semoga bisa menghibur…:)